free web page counters

Dapatkah Kayu Manis Meningkatkan Kemampuan Belajar?

Benarkah kayu manis dapat meningkatkan kemampuan belajar?

Seperti yang sudah banyak diberitakan, kayu manis adalah rempah yang banyak memiliki kandungan manfaat dan khasiat. Kayu manis juga merupakan rempah yang bisa digunakan untuk memperkaya rasa dari roti, kopi, atau makanan dan minuman lainnya. Selain rasanya yang khas, menurut penelitian, kayu manis juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Kayu manis mengandung senyawa yang membantu melawan infeksi jamur, diabetes, penyakit Alzheimer, multiple sclerosis, dan penyakit Parkinson. Bahkan telah ditemukan juga jika kayu manis dapat menurunkan efek dari makanan berlemak tinggi dan bermanfaat untuk membantu penyembuhan luka yang cukup kronis.

Dari hasil studi yang dilakukan oleh ilmuwan saraf di Rush University Medical Center, ditemukan bahwa awalnya tikus di laboratorium tersebut memiliki kemampuan belajar yang sangat buruk, namun setelah diberi kayu manis, dia pun memiliki kemampuan belajar yang cukup baik.

“Hal ini merupakan cara yang paling aman dan paling mudah untuk mengubah para peserta didik yang kurang baik menjadi lebih baik,” kata peneliti utama studi, Kalipada, PhD, dan Floyd A. Davis, profesor neurologi di Rush.

Para peneliti tersebut menjelaskan, beberapa orang dilahirkan dengan memiliki kemampuan belajar yang baik, ada juga yang menjadi pelajar yang baik karena usahanya, dan beberapa lainnya merasa sulit untuk mempelajari hal baru, bahkan dengan usaha sekalipun, dilansir dari sciencedaily, Rabu (20/07/2016). Ini mengindikasikan jika kemampuan belajar kita memang berbeda-beda karena banyak faktor yang dapat mempengaruhinya.

“Memahami mekanisme otak yang mengarah pada kemampuan belajar yang kurang maksimal, sangat penting untuk mengembangkan strategi dan cara yang efektif untuk meningkatkan memori dan kemampuan belajarnya,” kata Pahan.

Mekanisme pengembangan otak tikus dalam studi tersebut adalah; ketika tikus diberi makan kayu manis, tubuh mereka memproduksi natrium benzoat, yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai terapi obat pada kerusakan otak.

Ketika natrium benzoat tersebut memasuki otak tikus, mereka meningkatkan CREB (protein yang berkaitan dengan memori dan pembelajaran) dan mengurangi GABRA5 (protein yang bisa menghambat kinerja otak). Para peneliti menemukan tikus tersebut mengalami peningkatan memori dan kemampuan belajar yang lebih baik. Namun mereka tidak menemukan peningkatan yang terlalu signifikan di antara peserta didik yang baik, dengan kayu manis.

“Perbedaan individu dalam belajar dan performanya dalam pendidikan, merupakan isu global. Kami perlu menguji lebih lanjut mengenai pendekatan ini lebih jauh pada peserta yang kurang baik dalam belajar. Jika hasilnya dapat diterapkan pada siswa yang kurang memiliki kemampuan yang baik dalam belajar, hal ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujar Pahan.

Tentunya hasil yang didapat ini menjadi tahap awal dari penelitian lebih lanjut tentang kayu manis yang dapat meningkatkan kemampuan belajar pada otak. Semoga saja di masa yang akan datang hasil yang sama atau bahkan lebih baik, dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar.

Sumber Foto : hslda.org

1 Comment

Leave a comment